[Dakwah] Kaidah-Kaidah Dalam Dakwah

Advertisemen

Tuan Guru Bajang Dr. KH. M. Zainul Majdi, MA. saat menyampaikan ceramah di Acara Dzikrol Hauliyah Ma'had DQH NW Pancor Ke-50 pada Tahun 2015


1. Memberi Keteladanan Sebelum Berdakwah

Tanpa kehadiran para Dai, kaum muslimin akan menjadi orang-orang bodoh karena itulah maka para da’i ibarat Pelita di kegelapan malam perilaku dan amal para Dai adalah cerminan dari dakwahnya, mereka adalah teladan dalam pembicaraan dan amalan. Oleh karena itu wajib bagi seorang Dai untuk mempelajari perjalanan hidup Rasulullah yang banyak menceritakan kepada kita tentang kepribadian manusia yang telah dimuliakan oleh Allah SWT sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang yang beriman.

Di dalam dakwah tidak ada gunanya mendakwahi rakyat untuk hidup sederhana sementara para pemimpinnya terus berfoya-foya, tidak ada gunanya dakwah orang-orang zalim untuk menyeru manusia agar menyantuni orang-orang yang teraniaya, tidak ada artinya dakwah seorang Pendusta yang menyeru manusia agar senantiasa jujur, tidak akan ada pula bekasnya dakwah orang yang gemar melakukan penyimpangan ketika dia menyuruh agar manusia bersikap Istiqomah.

Sungguh dakwah seperti diatas tidak akan memberikan arti apapun bahkan hanya akan meninggalkan pengaruh buruk pada diri mad'u. Bagaimana mungkin orang tua pembohong dapat mendidik anak-anaknya untuk menjadi anak yang jujur atau bagaimana ada wanita yang gemar berbuat mesum dapat mendidik anak gadisnya menjadi seorang wanita yang mulia dan terjaga kesuciannya.  dalam sebuah kaidah menyatakan orang yang tidak memiliki sesuatu tidak akan dapat memberikannya. Firman Allah SWT dalam QS. Ash-Shaff: 2-3

2.  Memikat Hati Sebelum Menjelaskan

Jika engkau orang yang memahami jiwa manusia maka ketahuilah bahwa jiwa manusia itu cenderung berbuat kesalahan dan menentang kebenaran. Terutama apabila telah lama tidak mendapatkan peringatan sehingga hati menjadi keras. Kalau dalam keadaan seperti itu yang kau sentuh dia dengan dakwah secara langsung maka engkau akan berbenturan dengannya. 

Untuk itu seharusnya kamu bersikap lemah lembut dalam bergaul dengannya. indahnya kamu mengetahui tabiat jiwa dan pintu hatinya karena engkau tidak sedang berhadapan dengan batu yang keras tidak pula dengan malaikat yang suci dan mulia, Akan tetapi engkau sedang bergaul dengan jiwa manusia yang memiliki tabiat menerima dan menolak  serta ada kecenderungan baik dan ada kecenderungan buruk.

Menurut Syaikh Jum'ah Amin, ada 10 hal yang harus diperhatikan setiap pendakwah untuk menyatukan hati manusia dengan Taufik Allah:

a. Menanamkan percaya diri  mad'u bahwa pendakwah menyerunya kepada suatu prinsip nilai bukan demi kepentingan pribadi

b. Memberi kesan kepada objek dakwah bahwa pendakwah selalu menaruh perhatian kepadanya  dan menginginkan kebajikan  baginya

c.  Pendakwah tidak bersikap keras meskipun hanya dengan kata-kata

d. Hendaknya pendakwah membuat objek dakwah dekat dengannya berseri muka di hadapannya dan tidak mencari kekurangannya

e. Hendaknya pendakwah menghadapkan wajahnya ketika berbicara dengan objek dakwah dan tidak memutus pembicaraan dan tidak pula melecehkannya

f. Ketika berbicara dengan objek dakwah hendaknya pendakwah tidak merasa lebih tinggi atau lebih mulia darinya dan menempatkannya sesuai dengan posisinya

g. Hendaknya pendakwah yang memberi nasehat yang bersifat pribadi secara tertutup dan menyimpan Rahasianya tidak membuka aibnya di hadapan orang banyak

h. Hendaknya pendakwah memberi hadiah kepada objek dakwah untuk melunakkan hatinya

i. Hendaknya pendakwah merangsang tekad objek dakwah agar hatinya terbuka untuk menerima kebenaran

j. Hendaknya pendakwa menjauhi perselisihan dalam masalah fiqih dan menjauhi perdebatan atau saling berbangga diri dengan pendapatnya

3. Mengenalkan Sebelum Memberi Beban

Fase pengenalan merupakan fase terpenting dalam dakwah karena apabila seorang Dai baik dalam mengemukakan awal dakwahnya yaitu berupa pengenalan maka hati manusia akan terbuka untuk menerimanya dan mereka menjadi senang untuk melaksanakannya.

Para Dai harus menjelaskan secara rinci apa apa yang ingin mereka sampaikan kepada objek dakwah sebelum membebankan tugas kepada mereka.

Tahapan-tahapan dakwah yaitu:

a. Tahap pengenalan terhadap pola pikir

b. Tahap pembentukan seleksi pendukung dan kaderisasi serta pembinaan anggota dakwah

c. Aksi dan aplikasi

Apabila seorang Dai tidak mengetahui tahapan yang sedang dilalui dan di mana Dia sedang berinteraksi dengan objek dakwah niscaya dia akan mencampuradukkan antara yang satu dengan yang lainnya.

4. Bertahap dalam Pembebanan

Pada prinsip tadaruj (bertahap)  ini merupakan prinsip yang asasi dalam berdakwah hingga manusia memahami agama ini sesuai dengan kemampuan akalnya dan menerima dengan hatinya. prinsip Alquran dalam merombak tatanan jahiliyah yang pertama dahulu adalah berdasarkan prinsip tadarruj.

Perubahan iklim yang mendadak dan mengejutkan itu bisa menyebabkan fisik kita menjadi gemetar bahkan mungkin akan mengakibatkan dampak negatif terhadap kesehatan badan sedangkan berobat sampai sembuh dalam beberapa tahapan secara kontinu merupakan sunnatullah yang berlaku untuk makhlukNya.

Jum'ah Amin memberikan prinsip para pendakwah Untuk meringankan beban dalam berdakwah

a. Tinggalkan Amar Makruf diperbolehkan jika dikhawatirkan akan menimbulkan kesalahpahaman  sebagian orang sehingga mereka berbuat yang lebih parah dari padanya

b.  Menjauhi apapun yang dipandang buruk oleh masyarakat umum

c.  Menjauhi apa pun yang dikhawatirkan akan membahayakan objek dakwah

d.  Melunakkan hati mad'u  dengan cara yang paling efektif

e.  Melakukan  prioritas tindakan dakwah dari yang paling penting kemudian yang cukup penting dan seterusnya dipandang sebagai tindakan menghindari yang negatif dan mendatangkan yang positif

5. Memudahkan bukan Menyulitkan

Dengarkanlah apa yang diriwayatkan dari Anas bin Malik dari Rasulullah SAW beliau bersabda: "Permudahlah jangan dipersulit besarkan hati jangan membuat orang lari". (HR Bukhari)


Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu: Seorang pemuda datang kepada Nabi SAW, lalu ia berkata: "Wahai Nabi Allah! Apakah engkau mengizinkanku untuk berzina?", para Sahabat pun menggerutu dan mencemoohnya. Kemudian Nabi SAW bersabda: "Apakah engkau senang jika hal itu terjadi pada ibumu?", Ia menjawab "tidak". Demikian juga orang lain mereka tidak suka jika itu terjadi pada ibu mereka. Apakah Kau juga suka jika hal itu terjadi pada anak perempuanmu?", Ia menjawab; "tidak". Demikian juga orang lain, mereka tidak suka jika hal itu terjadi pada anak perempuan mereka apakah Kau juga suka. Jika hal itu terjadi pada saudara perempuanmu tidak demikian juga orang lain mereka tidak suka jika hal itu terjadi pada saudara perempuan mereka. Kemudian Rasulullah meletakkan tangannya di dada pemuda itu dan berdoa; "ya Allah bersihkanlah hatinya dan ampunilah dosanya serta jagalah kemaluannya setelah itu tidak ada sesuatu yang paling ia benci selain zina". (HR Ahmad)

Artinya menghibur atau membuat gembira orang-orang yang diharapkan keislamannya bukan malah membuat mereka lari dari Islam

Allah SWT telah melarang kita berbuat sesuatu diluar kemampuan kita sendiri agar kita bisa rutin dan istiqomah melakukan ibadah serta selalu dalam suasana yang mudah dan ringan. Sebagian Dai telah membebani mad'u diluar kemampuan mereka inilah yang membuat mereka lari dari dakwah karena ingin lari dari beban.

Alangkah baiknya jika para Dai menempuh jalan kemudahan bagi manusia tidak memberi beban kepada mereka dengan sesuatu yang mereka tidak mampu memikulnya. karena betapa Banyak permasalahan dan kasus-kasus muncul karena sikap berlebihan para Dai sehingga membuat objek dakwah lari menjauh dari mereka dan dari Islam karena cenderung bersikap terlalu keras dan mempersulit urusan

6. Masalah yang Pokok Sebelum yang Kecil

Setiap Dai perubahan yang membawa objek dakwah menuju keluasan Cakrawala Islam sehingga ia Arahkan pribadi mereka dengan penuh semangat dan keimanan ke arah kehidupan yang Islami. Untuk itulah seorang Dai perlu terlebih dahulu melaksanakan apa yang menjadi kewajiban dirinya baru kemudian dia berupaya mengubah apa yang ada pada orang lain Oleh karena itu setiap Rasul selalu memulai dakwahnya dengan inti ajaran Islam yaitu hendaklah kamu beribadah kepada Allah tiada Tuhan selain dia baru Kemudian datang menyusul berbagai kewajiban yang mesti ditegakkan

Engkau bisa melihat Bagaimana Rasulullah hanya menyampaikan kewajiban-kewajiban saja kepada seorang laki-laki dari pedalaman. Karena itu seorang Dai harus memperhatikan objek dakwahnya karena orang-orang yang masih awal kenal dengan Islam maka cukup bagi mereka melakukan hal-hal yang wajib terlebih dahulu tanpa menambahkan yang sunnah agar tidak terasa berat bagi mereka sebab sesuatu yang terlalu berat akan membuat orang cepat bosan. ada saatnya nanti ketika hati mereka mampu melaksanakan kewajiban-kewajiban dengan senang hati  Maga bisa memahamkan tentang ibadah ibadah sunnah.

7. Membesarkan Hati Sebelum Memberi Ancaman

Seruan untuk berbuat kebaikan melaksanakan ketaatan di atas perintah Allah Ah adalah hal yang sangat ditekankan dalam Alquran dan as-sunnah. semua itu didahului dengan berbagai janji dan kabar gembira yang banyak baik di dunia maupun di akhirat Oleh karena itu setiap da'i wajib mendahulukan kabar gembira sebelum ancaman.

Sebagai contoh seorang Dai Semestinya terlebih dahulu memberikan kabar gembira kepada objek dakwah untuk beramal dengan ikhlas sebelum dia memberi ancaman tentang bahaya riya',  memberikan dorongan kepada mereka untuk melaksanakan salat pada waktunya sebelum memberikan peringatan tentang besarnya dosa meninggalkan shalat demikian seterusnya karena mendahulukan kabar gembira itu lebih bermanfaat daripada mendahulukan ancaman dalam setiap pembicaraan.

Memberikan kabar gembira terlebih dahulu sebelum peringatan atau ancaman bisa membuat hati menerima dengan baik dan lega. inilah kemudian sisi-sisi yang menyenangkan bagi objek dakwah dalam pengenalannya terhadap Rabbnya, dengan merasakan kegembiraan berupa nikmat nikmat yang diberikan oleh Allah kepadanya Alquran mengajak manusia untuk beriman dengan memberi iming-iming kepada mereka berupa balasan pahala yang besar.

Rosulullah SAW diutus sebagai pembawa berita gembira dan peringatan basyiran wa nadziran.  dia adalah mubasyir  yang memberikan kabar gembira kepada setiap pelaku kebaikan berupa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi orang-orang yang taat. Beliau juga sebagai Mundzir yang memberikan peringatan dengan azab yang Pedih bagi orang-orang yang bermaksiat.

Para Dai hendaknya menyampaikan kabar gembira atau motivasi sebelum menyampaikan ancaman agar hati yang tertutup bisa terbuka mata yang buta bisa melihat dan telinga yang tuli bisa mendengar dan agar jiwa manusia senantiasa rindu kepada kebaikan kemudian tertarik kepadanya dan tidak merasa keberatan untuk melakukannya sehingga Dai tidak menakut-nakuti mereka karena sebagian besar Para manusia hidup jauh dari ketaatan kepada Allah.

8. Memahamkan Bukan Mendikte

Sesungguhnya umat ini sangat berhajat kepada hadirnya dai-dai yang sadar dan mampu menghidupkan suasana untuk menyampaikan risalah Islam dengan pemahaman yang mendalam dan kepekaan yang tinggi. karena Islam bukan sekedar tumpukan nash-nash  tekstual yang ditransfer dan diomongkan dari mulut ke mulut sebagaimana yang dipahami oleh sebagian orang. seakan-akan mereka ini hanya melemparkan bebatuan tanpa mau tahu dan tanpa peduli dimana batu-batu itu jatuh Apakah dia mengenai sasaran atau tidak.

Contoh ucapan Anda terhadap objek dakwah yang over aktif dan over semangat tentu harus berbeda  sikap Anda ketika menghadapi orang yang loyo dingin dan kurang bersemangat. terhadap orang yang over semangat dibutuhkan kata-kata yang menyejukkan dan lunak sehingga bisa menentramkan perasaannya dan mengendalikan kemauannya. sedangkan terhadap orang yang loyo dibutuhkan ucapan yang sekiranya dapat menggugah semangat memancing minat serta menggerakkan perasaannya.

9. Mendidik Bukan Menelanjangi

Alangkah mudahnya menyebut aib orang lain kurang fasih dalam berbicara minim di bidang ilmu foto dalam pemahaman Syirik dalam aqidah cadar dalam pandangan dan kata-kata kotor lainnya. perasaan iba terhadap orang yang bermaksiat adalah dengan menutupi PINnya bukan malah menyebarkannya bagan kita tidak boleh merasa lebih tinggi darinya hal itu akan lebih baik dan lebih bermanfaat daripada perasaan sombong yang hanya akan memperlebar Kesenjangan antara si Dai dan objek dakwah.

Inilah metode pendidikan Rasulullah dari metode tersebut kita dapat mempelajari banyak hal semestinya seorang Dai menutupi aib orang lain bukan justru membeberkannya karena risalah dakwah adalah risalah pendidikan maka sejak awal seorang Dai harus mengedepankan kepribadian yang bermoral Oleh karena itu pendidikan merupakan kaidah yang Kukuh dan sesuatu yang asasi dalam dakwah.

10. Muridnya Guru bukan muridnya buku

Di antara kesalahan paling mendasar yang dilakukan oleh sebagian Dai adalah mengambil nas nas Alquran ataupun hadis secara langsung dan berguru hanya kepada buku tanpa merujuk pada Orang alim yang membidangi hal itu

Menentukan pemahaman termasuk masalah penting yang dapat merekatkan umat Islam dalam satu ikatan seorang Muslim Tidak mungkin memperoleh pemahaman itu hanya dari lembaran-lembaran yang dia baca melainkan harus melalui proses belajar kepada seorang guru yang membimbingnya ayat-ayat Allah tidak dipahami kecuali oleh orang-orang yang alim.

Oleh karenanya proses belajar mengajar itu tidak hanya dari kitab atau buku saja tetapi harus disempurnakan melalui eksperimen dan latihan seorang aktivis yang paham adalah orang yang mau mengambil pelajaran dari pengalaman dan berbagai eksperimen yang telah dilakukan oleh orang-orang terdahulu Adapun orang yang sombong adalah menjauhkan dirinya dari orang-orang yang memiliki pengalaman serta ilmu dia pasti akan menemui kesalahan-kesalahan inilah kemudian rahasia dibalik tuntunan Islam agar memuliakan ulama dan orang tua yang Saleh serta orang-orang yang mempunyai keutamaan.

Demikianlah apabila seorang Dai menjadi murid seorang Imam dalam pengetahuan dan pengalaman nantinya ia akan bisa memberikan apa yang pernah dia peroleh dari guru-gurunya kepada orang yang didakwahi sehingga terwujud lah dakwah yang benar Dengan pemahaman yang cair dengan demikian dakwah akan mewariskan Barokah serta menebarkan Hidayah

***

Advertisemen

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
Disqus Comments